Beranda Berita Umum Informasi Teknologi Internet Tips Komputer Tips Smartphone Android APK Mitra Advertise Donations
People Liked

Tunggu! Sedang Memuat...
Home » » CorelDraw : Tahap Awal Belajar CorelDraw

CorelDraw : Tahap Awal Belajar CorelDraw

Baca Juga

CorelDraw : Tahapan Awal Belajar

CorelDraw adalah salah satu aplikasi atau program desain grafis yang berbasis vektor. Aplikasi ini mempunyai keunggulan dibandingkan dengan aplikasi lainnya yang sejenis, antara lain aplikasi ini mudah digunakan dengan interface layout dan toolbar yang user-friendly, selain itu aplikasi CorelDraw memiliki fitur dan fasilitas editing objek yang lengkap.

Mungkin Anda selaku penyuka atau penggemar desain grafis yang masih bingung menetapkan aplikasi atau program desain grafis yang mana yang harus Anda tekuni untuk di pelajari, Kami sangat merekomendasikan Anda untuk menggunakan aplikasi CorelDraw ini. Aplikasi ini sudah sangat dikenal oleh para penggiat desain grafis, bahkan dengan mempelajarinya maka Anda akan memiliki kemampuan lebih untuk mengoperasikan salah satu aplikasi desain grafis, sehingga akan memberikan nilai tambah bagi Anda untuk bersaing dalam mencari pekerjaan yang berkaitan dengan dunia desain grafis.

Pada kesempatan kali ini, Kami akan menyajikan beberapa tahapan awal yang harus Anda ketahui dan kuasai untuk memulai belajar aplikasi desain grafis CorelDraw. Hal utama yang harus Anda kuasai adalah pemahaman aplikasi dan penerapan teknik-teknik dasar CorelDraw, karena sebelum memulai lebih dalam penggunaan aplikasi ini, setidaknya Anda dapat mengetahui dan memahami terlebih dahulu tentang dasar-dasar CorelDraw. 

Pasang atau Install Aplikasi CorelDraw

Sebelum Kita memulai pembelajaran aplikasi ini, maka pastikan bahwa di komputer Anda telah dipasang aplikasi CorelDraw. Anda dapat memasang versi aplikasi CorelDraw yang mana saja yang Anda miliki, karena pada dasarnya semua versi aplikasi CorelDraw memiliki kesamaan fitur dan tools.

Anda tidak perlu kuatir apabila aplikasi yang Anda miliki berbeda dengan versi aplikasi CorelDraw yang Kami gunakan dalam panduan-panduan disini. Penerapannya sama saja, hanya mungkin berbeda sedikit pada penempatan icon tools ataupun tampilannya saja. Sekedar untuk diketahui, pada setiap panduan dalam artikel-artikel Kami mengenai belajar CorelDraw, Kami menggunakan Aplikasi CorelDraw versi X8 (64Bit).

Install aplikasi CorelDraw yang sesuai dengan jenis komputer atau laptop Anda agar aplikasi tersebut kompatibel dan dapat berjalan dengan baik di komputer atau laptop Anda. Dengan spesifikasi komputer atau laptop yang sederhana, jangan memaksakan untuk memasang aplikasi CorelDraw dengan versi yang tertinggi atau terbaru, karena akan semakin memberatkan kinerja komputer dan memperlambat proses penggunaan aplikasi tersebut.

Memahami Jendela Welcome Screen Atau Quick Start

Setelah Anda memasang aplikasi CorelDraw, langkah selanjutnya adalah membuka atau menjalankan aplikasi tersebut. Pada saat Anda membuka aplikasi CorelDraw maka akan muncul tampilan screen aplikasi (lihat gambar 1 dibawah) dan langsung akan masuk aplikasi CorelDraw dengan tampilan Welcome Screen atau Quick Launch. Disini akan diuraikan masing-masing menu yang ada pada jendela Welcome Screen.

Pada jendela Welcome Screen terdapat 7 menu, antara lain:

1. Get Started, (gambar 2) jendela ini adalah jendela memulai dokumen desain grafis pada CorelDraw, pada menu ini terdiri dari beberapa menu pilihan, antara lain:
  • New Document, membuat dokumen baru yang kosong dengan pengaturan dasar aplikasi.
  • New From Template, membuat dokumen baru berdasarkan template layout yang disediakan oleh aplikasi.
  • Open Recent, membuka dokumen CorelDraw berdasarkan daftar file yang pernah tersimpan sebelumnya.
  • Open Other, membuka dokumen CorelDraw dengan cara memilih berdasarkan lokasi penyimpanan Anda.
  • Take a Tour, membuka panduan petunjuk penggunaan CorelDraw.
2. Workspace(gambar 3) jendela ini digunakan untuk memberikan pilihan tampilan layotu aplikasi (workspace) secara keseluruhan. Terdapat beberapa pilihan tampilan workspace yang ada, diantaranya:
  • Lite, tampilan workspace yang lebih simple dan dinamis.
  • X6 Inspire, tampilan workspace yang digunakan pada versi CorelDraw X6.
  • Default, tampilan standart yang digunakan pada versi CorelDraw X8.
  • Speciality, tampilan khusus yang penataannya disesuaikan dengan kebutuhan Anda, pilihannya ditujukan khusus untuk ilustration, page layout, dan Adobe Ilustrator. Anda dapat memilih mana tampilan workspace yang lebih sesuai untuk Anda.
3. What's New(gambar 4) jendela ini akan memberikan informasi kepada Anda mengenai fitur-fitur baru yang ada pada CorelDraw versi X8 yang tidak terdapat pada versi sebelumnya.

4. Learning(gambar 5) jendela ini akan memberikan informasi panduan penggunaan CorelDraw secara keseluruhan. Jika Anda ingin cepat mahir maka Anda dapat membaca panduan-panduan yang ada pada jendela menu ini, dan jangan lupa untuk selalu mempraktekannya.

5. Inspiration(gambar 6) pada jendela menu ini terdapat beberapa gambar hasil karya desain grafis yang bagus dan menarik. Gambar-gambar tersebut diharapkan bisa menjadi inspirasi kepada Anda untuk membuat karya desain grafis yang sejenis atau bahkan lebih bagus lagi dengan menggunakan aplikasi ini.

6. Product Detail(gambar 7) jendela menu ini akan memberikan informasi mengenai produk aplikasi CorelDraw yang digunakan.

7. Get More(gambar 8) jendela menu ini memberikan pilihan kepada Anda untuk menambah beberapa tools creative tambahan yang bisa Anda gunakan.


Gambar Tampilan Welcome Screen beserta Menunya
Gambar Tampilan Welcome Screen beserta Menunya (Klik untuk memperbesar gambar)

Membuat Drawing Page atau Document Baru

Sekarang Kita mulai belajar dengan membuat lembar dokumen kosong yang baru untuk memulai membuat sebuah desain dengan aplikasi CorelDraw. Pada tampilan Welcome Screen pada menu Get Started seperti penjelasan sebelumnya diatas (lihat gambar 1 dibawah), silahkan pilih "New Document" (gambar 2) atau Anda dapat juga menggunakan shortcut key dengan menekan tombol "Ctrl + N", atau dengan masuk langsung pada "Menu/File/New", bisa juga menggunakan kombinasi tombol "Alt + F + N". 

Selanjutnya akan muncul jendela "Create a New Document" (gambar 3), pada jendela ini Anda dapat mengatur nama dan jenis dokumen yang akan Anda gunakan. Berikut ini penjelasan ringkasnya:
  • Name : ini adalah kolom untuk mengisi nama dokumen yang akan Anda buat, sesuaikan dengan kebutuhan Anda.
  • Preset Destination : pilih tujuan preset yang dikehendaki, disarankan biarkan saja menggunakan preset defaultnya yakni CorelDRAW default.
  • Size : berisikan jenis ukuran kertas yang hendak digunakan, ukuran kertas disini berdasarkan standar internasional, hampir semua ukuran kertas ada di dalam pilihan ini yakni mulai dari kertas seri A, seri B dan berbagai jenis ukuran lainnya.
  • Widht dan Height : disini Anda dapat mengisi ukuran kertas yang Anda kehendaki apabila pilihan ukuran kertas pada kolom size diatas tidak ada. Tapi apabila Anda telah memilih ukuran kertas misalnyakertas A4 pada kolom size, maka secara otomatis nilai Widht dan Height akan terisi sesuai ukuran kertas A4 yang telah dipilih. Jadi anda dapat membuat ukuran kertas baru (custom) yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Terdapat juga pilihan satuan ukuran yang dapat digunakan seperti satuan centimeter, milimeter, meter, pixel, dan seterusnya.
  • Layout : pilihan ini berbentuk icon persegi panjang berdiri dan rebah, yakni pemilihan untuk bentuk layout lembar dokumen baru nantinya, pilihannya Portrait (persegi panjang berdiri) atau Landscape (persegi panjang rebah). Sesuaikan dengan  kebutuhan desain Anda.
  • Number of page : untuk mengisi jumlah banyak halaman yang akan dibuat.
  • Primary Color Mode : tentukan jenis warna utama yang akan digunakan, terdapat dua pilihan dalam opsi ini yakni CMYK dan RGB. Direkomendasikan menggunakan pilihan mode CMYK yang merupakan standart dasar dalam penggunaan warna desain grafis.
  • Rendering Resolution : pada kolom ini Anda dapat menentukan resolusi yang digunakan pada saat aplikasi menampilkan dan menyimpan dokumen desain nantinya. Satuan resolusi menggunakan Dpi atau Dot per inch. Isikan aja dengan resolusi standart 300 Dpi. Dimana semakin tinggi nilai Dpi maka semakin halus gambar yang dihasilkan, namun ukuran filenya pun akan semakin besar dan berat. 
  • Preview Mode : disini Anda dapat menentukan tampilan hasilnya akan disajikan dalam bentuk apa saja. Terdapat beberapa pilihan mode preview disini, disarankan Anda dapat memilih mode Enhanced ataupun Normal.
  • Color Setting : berisi mengenai pengaturan warna yang digunakan dan ditampilkan nantinya. Sebaiknya diabaikan saja sesuai standart yang ada, karena nantinya dapat kita rubah kembali pilihan tersebut pada saat didalam bidang dokumen.
  • Description : ini adalah kolom informasi mengenai deskripsi penjelasan fungsi dari masing-masing menu yang ada pada jendela New Document. Cara melihatnya yakni arahkan kursor mouse pada bidang atau kolom yang belum Anda ketahui, maka pada bagian description akan ditampilkan informasi deskripsinya.
Setelah selesai melakukan pengaturan berdasarkan kebutuhan Anda, silahkan tekan tombol "OK" (gambar 4) untuk membuka layout lembar baru dokumen. 
Gambar Get Started - Create New Document
Gambar Get Started - Create New Document (Klik untuk memperbesar gambar)

Memahami Layout Document 

Setelah Anda masuk pada Layout Document baru, ada baiknya Anda pahami terlebih dahulu fungsi dan tools apa saja yang terdapat di layout document sebelum Anda mulai membuat suatu desain gambar.

Layout document merupakan Interface (tampilan antar muka) seluruh jendela aplikasi yang berisi berbagai fasilitas dan fitur serta sebagai tempat bagi anda melakukan aktifitas desain. Beberapa penjelasan ringkas mengenai layout document ini antara lain:
  • Printable Area : (gambar 1 dibawah) disebut juga lembar kerja dokumen atau kanvas, adalah tempat Anda membuat gambar desain. Usahakan untuk membuat desain gambar didalam area bidang ini, karena nantinya yang akan ditampilkan dan dicetak hanya gambar didalam area ini, walau sebenarnya Anda bisa menggambar sebesar dan seluas-luasnya hingga keluar dari area ini, namun semua gambar yang ada diluar area ini akan diabaikan oleh aplikasi saat ditampilkan maupun saat dicetak.
  • Title Bar : (gambar 2) merupakan tampilan informasi nama file aktif yang sedang dibuka.
  • Menu Bar : (gambar 3) Adalah dimana terdapat semua menu pilihan fitur dan tools yang ada di aplikasi CorelDraw untuk mengelola dan membuat dokumen gambar desain, Misalnya pada menu File yang berguna untuk melakukan pengaturan file dokumen seperti menyimpan dokumen, membuka dokumen, export, mencetak atau print, menutup dokumen atau close dan sebagainya. 
  • Toolbar Standard : (gambar 4) adalah toolbar default yang berisikan icon-icon tools standart yang digunakan, seperti New Document (lebar dokumen baru), Open Document (membuka dokumen), Copy (menyalin objek), Cut (memotong objek), Paste (menempel salinan objek), Undo (membatalkan perintah sebelumnya), Redo (mengulang perintah), dan seterusnya.
  • Property Bar : (gambar 5) toolbar ini terdiri dari icon-icon tools yang memiliki fungsi umum mengenai dokumen yang sedang aktif, disini Anda dapat mengatur kembali jenis dan ukuran kertas dokumen, lebar dan tinggi dokumen, mode kertas portrait ataupun landscape, menerapkan semua halaman dengan pengaturan yang sama atau hanya pada halaman yang aktif, memilih satuan unit ukuran yang digunakan, dan sebagainya.
  • Tittle Sheet : (gambar 6), bagian ini berisi keterangan nama file yang terbuka dan sedang aktif, apabila Anda membuka lebih dari satu file dokumen, maka semua file dokumen tersebut akan muncul pada bagian ini. Fitur ini memudahkan Anda untuk berpindah antar dokumen.
  • Rulers : (gambar 7) Rulers pada CorelDraw berguna untuk mengetahui sebuah jarak yang umumnya secara default pada aplikasi ini menggunakan satuan jarak millimeters. Anda bisa menggantinya di Property Bar dengan menggunakan satuan yang lainnya sesuai kebutuhan Anda. Rules terdapat 2 bagian, yakni bagian jarak horizontal yang berada di bagian atas dan jarak vertikal yang berada disisi samping. Dengan rules ini Anda dapat menambah garis guidelines sebagai garis bantuan dengan cara menarik ruler ke arah area kerja dokumen. Penggunaan rules sangat membantu dalam membuat desain dengan ukuran yang tepat.
  • Tool Box : (gambar 8) adalah kumpulan icon tools yang merupakan alat-alat pembuatan, pengedit, dan pemberian efek objek-objek vektor. Dalam aplikasi ini, toolbox adalah menu utama yang paling di butuhkan saat membuat desain.
  • Page Number : (gambar 9) merupakan alat navigasi halaman untuk berpindah dari halaman yang satu ke halaman yang lainnya. Terdapat juga icon untuk menambahkan jumlah halaman. 
  • Document Palette : (gambar 10) bagian ini merupakan tempat menyimpan beberapa pilihan warna yang telah digunakan, sehingga nantinya dapat memudahkan Anda untuk memilih kembali warna yang dibutuhkan.
  • Page Sheet : (gambar 11) merupakan sheet aktif halaman atau bagian tampilan seluruh halaman yang  ada. Seluruh halaman Anda akan ditampilkan disini, Anda dapat merubah nama halaman, menambah halaman, menghapus halaman, ataupun membuat duplikat halaman, caranya dengan menekan tombol kanan mouse (klik kanan), maka akan muncul menu pilihan lanjutan.
  • Status Bar : (gambar 12), bagian ini merupakan fasilitas yang menunjukan keterangan mengenai atribut objek yang sedang aktif.
  • Zoom Tool (gambar 13) Zoom tool berfungsi untuk menampilkan perbesaran level dari gambar yang ada di printable area atau kanvas. Anda juga dapat mengeser tampilan layar melalui icon zoom ini. Selain itu Anda juga bisa menggunakan scrool mouse untuk zoom dan zoom out. 
  • Color Palettes : (gambar 14) Bagian ini merupakan kumpulan daftar warna yang bisa digunakan untuk mewarnai objek. 
  • Icon Sign In : (gambar 15) Bagian ini merupakan bagian registrasi aplikasi CorelDraw. Apabila menginginkannya, Anda dapat melakukan pendaftaran dan masuk ke akun CorelDraw Anda.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai layout document, selanjutnya Kita akan mempelajari dan memahami Tool Box yang merupakan menu utama yang paling di butuhkan saat membuat desain pada aplikasi CorelDraw.    

Gambar Tampilan Layout Workspace Default
Gambar Tampilan Layout Workspace Default (Klik untuk memperbesar gambar)

Memahami Fungsi Tools Box

Langkah selanjutnya adalah memahami fungsi tool box (lihat gambar 1 dibawah), sebagaimana yang telah disampaikan diatas, tool box adalah menu utama yang paling di butuhkan saat membuat desain, oleh karena itu dalam tahapan awal belajar CorelDraw, tool box adalah hal yang penting untuk dipahami.

Untuk mempelajari dan memahami tool box, disini akan kami jelaskan secara ringkas fungsi masing-masing icon tools yang ada pada tool box, antara lain:
  • Pick tool : (gambar 2) memilih atau menyeleksi dan mengatur ukuran, memiringkan dan memutar suatu object yang kita kerjakan. Cara memilih objek dengan bentuk seleksi persegi.
  • ⇛ Frehand Pick tool : sama halnya denga pick tool tetapi cara memilih objek dengan betuk yang bebas.
  • ⇛ Free Transform tool : memilih objek yang secara langsung dapat diputar, atau membalikan bentuk objek, dan merubah besar skala objek.
  • Shape tool : (gambar 3) mengedit bentuk kurva objek maupun teks dengan mengedit titik-titik shape-nya. Akses cepat Anda dapat menggunakan shortcut key dengan menekan tombol keyboard "F10".
  • ⇛ Smooth tool : membuat objek vector menjadi lembut atau halus dengan dengan cara mendrag sepanjang garis luar (outline) objek.
  • ⇛ Smear tool : mengubah tepi objek vector dengan dengan cara mendrag sepanjang garis luar (outline) objek.
  • ⇛ Twirl tool : menambah efek berputar objek vector dengan dengan cara mendrag sepanjang garis luar (outline) objek.
  • ⇛ Attract tool : membentuk kembali objek dengan menarik simpul titik ke kursor.
  • ⇛ Repel tool : membentuk kembali objek dengan mendorong simpul titik menjauh dari kursor.
  • ⇛ Smudge tool : mengubah objek vector dengan dengan cara mendrag sepanjang garis luar (outline) objek.
  • ⇛ Roughen tool : mengubah baris luar dari objek vector dengan dengan cara mendrag sepanjang garis luar (outline) objek.
  • Croop tool : (gambar 4) memotong atau menghilangkan area yang tidak dikehendaki.
  • ⇛ Knife tool : memotong objek menjadi dua bagian objek yang terpisah.
  • ⇛ Eraser tool : menghapus atau menghilangkan area pada objek yang tidak diinginkan. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf "X".
  • ⇛ Virtual segment delete tool : menghapus bagian dari objek diantara persimpangan yang saling menumpuk.
  • Zoom tool : (gambar 5) merubah tampilan besaran level jendela kerja. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf "Z".
  • ⇛ Pan tool : mengontrol penggeseran tampilan bagian gambar dalam jendela kerja. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf "H"
  • Freehand tool : (gambar 6) menggambar garis tunggal dan kurva secara bebas. Shortcut key gunakan tombol keyboard "F5"
  • ⇛ 2-Point line tool : menghubungkan 2 titik sehingga membentuk garis yang lurus.
  • ⇛ Bezier tool : menggambar / membuat sebuah awal titik garis / kurva satu bagian pada waktu yang sama.
  • ⇛ Pen tool :  menggambar kurva satu segmen pada satu waktu.
  • ⇛ B-Spline Tool : membuat objek atau garis yang melengkung dengan menempatkan posisi titik-titik tertentu.
  • ⇛ Polyline tool : menggambar garis-garis dan kurva.
  • ⇛ 3-Point curve tool : menghubungkan 3 titik sehingga membentuk segitiga.
  • ⇛ Smart drawing tool : menggambar garis atau bidang yang bebas sesuai keinginan. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf "Shift + S".
  • Artistic Media tool : (gambar 7) mengambar bentuk atau objek yang memberikan efek tertentu. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf " i ".
  • Rectangle tool : (gambar 8) menggambar bentuk objek bujur sangkar dan kotak. Shortcut key gunakan tombol keyboard "F6".
  • ⇛ 3-Point Rectangle tool : menggambar bentuk objek bujur sangkar pada suatu titik sudut tertentu.
  • Ellipse tool : (gambar 9) menggambar bentuk objek lonjong atau lingkaran. Shortcut key gunakan tombol keyboard "F7".
  • ⇛ 3-Point Ellipse Tool : membuat bentuk objek lingkaran atau lonjong dari titik sudut tertentu.
  • Polygon tool : (gambar 10) menggambar bentuk objek poligon / segi lima yang bisa dibentuk secara simetris. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf "Y".
  • ⇛ Star tool : menggambar bentuk objek bintang yang sempurna.
  • ⇛ Complex Star tool : menggambar bentuk objek bintang yang komplek atau bintang yang mempunyai banyak sisi.
  • ⇛ Graph Paper tool : membuat bentuk objek grid tabel yang berisi kolom-kolom yang bisa ditentukan jumlahnya. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf "D". 
  • ⇛ Spiral tool : untuk menggambar bentuk objek spiral. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf "A".
  • ⇛ Basic Shape tool : membuat bermacam-macam bentuk objek dasar termasuk.
  • ⇛ Arrow Shape tool : membuat bermacam-macam bentuk objek berupa panah, dan arah Panah.
  • ⇛ Flowchart Shapes tool : membuat bentuk objek symbol flowchart.
  • ⇛ Banner Shapes tool : membuat bentuk objek menyerupai pita.
  • ⇛ Callout Shapes tool : membuat bentuk objek berupa label label dan callout atau menyerupai kotak percakapan.
  • Text tool : (gambar 11) membuat atau mengedit tulisan secara langsung pada layar sebagai paragraph atau artistic teks. Shortcut key gunakan tombol keyboard "F8".
  • ⇛ Table Tool : membuat, memilih, dan mengedit tabel.
  • Paraller Dimension : (gambar 12) membuat anotasi jarak antar suatu titik dengan titik yang lainnya secara bebas.
  • ⇛ Horizontal or Vertical Dimension : membuat anotasi jarak antar suatu titik dengan titik yang lainnya secara vertikal maupun horizontal.
  • ⇛ Angular Dimension : membuat anotasi sudut secara bebas.
  • ⇛ Segmen Dimension : membuat anotasi jarak antar segmen objek.
  • ⇛ 3-Point Callout Tool : membuat anotasi khusus yang bisa diisi keterangannya secara bebas.
  • Straight-Line Connector : (gambar 13) membuat garis lurus penghubung antar objek.
  • ⇛ Right-Angle Connector : membuat garis penghubung bersiku atau zigzag antar objek.
  • ⇛ Rounded Right-Angle Connector tool : membuat garis penghubung sudut melingkar antar objek.
  • Drop Shadow tool : (gambar 14) memberikan efek bayangan pada suatu objek.
  • ⇛ Countour tool : membuat garis kontur pada suatu objek.
  • ⇛ Blend tool : membuat efek blend atau bayangan berganda antar dua objek yang serupa.
  • ⇛ Distortion tool : merubah sebuah objek dalam bentuk penyimpangan objek dengan bentuk penyimpangan berupa Push and Pull Distortion, Zipper Distortion atau Twister Distortion.
  • ⇛ Envelope : merubah sebuah objek dengan mendrag titik simpul sehingga membentuk lengkungan garis tepi objek. 
  • ⇛ Extrude : membuat suatu objek kedalam bentuk 3 Dimensi.
  • Transparency tool : (gambar 15) membuat suatu objek menjadi transparan atau tembus pandang.
  • Color Eye Drop tool : (gambar 16)  menyalin dan membuat sample warna dari warna yang dipilih dan menerapkannya pada objek yang lain.
  • ⇛ Attribute Eyedropper tool : menyalin atribut dari suatu objek dan menerapkannya pada objek yang lain.
  • Interactive Fill tool : (gambar 17) menambahkan warna pada suatu objek. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf "G".
  • ⇛ Mesh Fill tool : menambahkan warna pada objek dengan mengatur beberapa campuran degradasi warna sesuai dengan titik shape grid yang diinginkan. Shortcut key gunakan tombol keyboard huruf "M". 
  • Smart Fill tool : (gambar 18) membuat objek dari area yang saling menumpuk secara otomatis dan menambahkan warna yang terpilih.
Gambar Menu Icon Tools Dasar beserta Fungsi dan Jenis-jenis Toolsnya
Gambar Menu Icon Tools Dasar beserta Fungsi dan Jenis-jenis Toolsnya (Klik untuk memperbesar gambar)

Kesimpulan

Demikianlah tahap awal belajar CorelDraw yang harus Kita pahami dan kuasai untuk memulai menggunakan aplikasi ini lebih lanjut. Anda dapat mempelajarinya sendiri mengenai masing-masing fungsi dan fitur yang ada pada layout document secara keseluruhan dengan cara membaca petunjuk penggunaan CorelDraw pada menu Help. Pelajari semua tools yang ada di dalamnya kemudian praktekan secara langsung. Pelajari dan biasakan juga menggunakan shortcut keys atau tombol-tombol cepat dalam penggunaan aplikasi CorelDraw, agar nantinya Anda dapat lebih lancar menggunakan aplikasi ini.

Teknik awal belajar CorelDraw ini patut Anda praktikkan dulu apabila Anda ingin mahir menggunakan CorelDraw. selanjutnya Kita akan belajar mengenai teknik dasar serta penerapan-penerapan desain dengan menggunakan aplikasi CorelDraw pada artikel-artikel selanjutnya. Nantikan ya!.

Apabila Anda mempunyai pertanyaan terkait artikel ini yang belum jelas, atau sekedar masukan saran dan tanggapan bagi kami, Anda dapat mengisinya di kolom komentar. Jangan lupa Follow dan Subscribe situs Kami untuk mendapatkan update terbaru artikel-artikel Kami lainnya.

Semoga berguna.
My best regard, thx 😊


Semangat! “Kekuatan bukan berasal dari kemenangan. Perjuangan adalah yang melahirkan kekuatan. Ketika Anda menghadapi kesulitan dan tak menyerah, itulah kekuatan.”

Reaksi Anda Terhadap Artikel Ini

Terima Kasih Sudah Membaca Artikel CorelDraw : Tahap Awal Belajar CorelDraw - SHARE dan Berbagilah Melalui Media Sosial Anda, Agar Bermanfaat Untuk Orang Lain.
Mohon untuk Menyempatkan Mengisi Kolom Komentar. Berikan Kritik, Saran, dan Tanggapan Anda Mengenai Artikel CorelDraw : Tahap Awal Belajar CorelDraw - Semoga Bermanfaat. Estimasi Membaca Seluruh Artikel CorelDraw : Tahap Awal Belajar CorelDraw.

Berikan Penilaian Anda untuk Artikel CorelDraw : Tahap Awal Belajar CorelDraw:
Langganan Artikel

ARTIKEL TERBARU GRATIS dari parkirwacana.com secara otomatis dikirim ke email Anda, silahkan isi form berikut:

Harap periksa kotak masuk Email Anda untuk pesan verifikasi dari "FeedBurner Email Subscriptions". Jika Anda tidak melihat pesan verifikasi di kotak masuk, silakan cek folder bulk / spam Anda.

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa untuk memberi komentar. Apabila ada pertanyaan atau saran dan pendapat, silahkan sampaikan pada kolom komentar. My best regard, parkirwacana.

You Might Like